ANAK KOMUNITAS LITERASI SMPN 1 LEWOLEMA BERORASI DI ALAM TERBUKA RAYAKAN SUMPAH PEMUDA

Anak anak Komunitas Literasi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Lewolema merayakan momentum Sumpah Pemuda dengan cara yang unik. Jika dibanyak sekolah dan komunitas menyelenggarakan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Sumpah Pemuda di sekolah dengan panggung mewah, Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema memilih naik panggung di alam terbuka.

Bertempat di Pantai Weru, Waimana 1, Rabu (30/10/24) Anak anak Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema berhimpun merayakan HUT Sumpah Pemuda. Pangung mereka beralaskan pantai, berlatar laut biru dan beratapkan rerimbunan pohon.

Putri, Selia, Tisa, Iwan, Delima dan kawan kawannya berorasi tentang selamatkan alam, selamatkan bumi, lestarikan alam. “Stop buang sampah sembarangan”. Hentikan penggunaan plastik yang berlebihan!. Ayo Jaga Bumi, Bumi Jaga Kita. Tanamlah pohon sebanyak banyaknya untuk mendapatkan oksigen segar. Malu membuang sampah sembarangan. Adalah sejumlah pernyataan kritis yang didengungkan anak-anak seirama ombak yang mengempas ke daratan. Saat ombak naik, suara mereka menggelegar dan saat ombak turun, suara dipelankan.

Pada bagian lagi, Selia Badin, dalam orasinya mengatakan sebagai generasi muda, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian bumi.

“Sebagai generasi muda, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian bumi. Tindakan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik, menanam pohon, dan menghemat energi, bisa menjadi langkah awal kita untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan. Semakin banyak dari kita yang peduli, semakin besar dampak positif yang bisa kita ciptakan. Ingatlah bahwa bumi bukanlah warisan dari nenek moyang, tetapi titipan untuk generasi mendatang. Apa yang kita lakukan hari ini akan memengaruhi kehidupan anak cucu kita nanti,”kata Selia.

Sementara itu, Maksimus Masan Kian pembimbing Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema menyatakan rasa kagum kepada anak yang berani dan kritis dalam menyampaikan gagasan dan pikiran mereka. “Hemat saya, anak anak zaman ini mesti diberi ruang yang luar dalam mengksplorasi pikiran dan gagasan. Anak anak mesti terus dibentuk melalui berbagai kegiatan untuk berani dan kritis. Kelak mereka bisa menjadi seorang pemimpin yang handal,”kata Maksi (Humas PGRI Kabupaten Flores Timur)

Scroll to Top