
Menyebut nama Doris Alexander Rihi di publik Flores Timur maka, kita akan mendapat sejumlah respon positif tentang gaya kepemimpinanya dari masyarakat Flores Timur.
“Pak Penjabat Bupati Flores Timur itu bekerja tanpa kepentingan politik untuk politisi tertentu”
“Pak Penjabat Bupati Flores Timur itu tidak menitipkan tenaga honorer pada OPD- OPD di Kabupaten Flores Timur”
” Soal kecepatan komunikasi di WhatsApp, jangan lawan Doris Rihi. Ia satu satunya pejabat yang paling cepat merespon setiap WA yang masuk ke ponselnya”
” Penjabat Bupati itu tidak takut dengan pihak manapun, kecuali aturan. Aturan selalu Ia pegang dalam setiap keputusan atau kebijakan yang Ia ambil”
“Jalan dibangun, listrik Ia kerjakan, jaringan telkomsel Ia datangkan, Dana DAK untuk pembangunan Insfrastrukur sangat banyak Ia bawa masuk ke Flores Timur”
“Doris Rihi itu jago lobi. Jalan dalam Kota Larantuka yang rusak parah, melalui tangan dinginnya, dikerjakan”
“Kalau ia berpidato atau sambutan, jarang pakai teks, tapi sangat berisi”
” Jangan lawan beliau kalau soal menghafal daerah-daerah pelosok di Flores Timur yang akan menjadi titik pembangunan infrastruktur. Ia sangat fasih menyebutkannya”
“Doris Rihi itu pemimpin yang tidak memberi janji tetapi menunjukan bukti”
” Dalam diamnya, Ia sering menggunakan dana pribadinya, untuk membantu perorangan, maupun kelompok masyarakat, komunitas dan organisasi saat mengajuhkan proposal permohonan dana”
Sebagai manusia, dalam kepemimpinannya tentu ada kelebihan juga ada kekurangan. Namun akumulasi sebagian pernyataan masyarakat di atas, mengambarkan adanya kesan kepuasaan pada kepemimpin Doris Rihi di Flores Timur. Sepertinya masyarakat Flores Timur berat melepaskan beliau meninggalkan Kabupaten Flores Timur.
Pada saatnya, sesuai regulasi, “Anak Oepura Kupang” ini harus meninggalkan Flores Timur. Lalu apa yang Ia tinggalkan paling berarti untuk Flores Timur? Hal yang paling berarti adalah, Masyarakat Flores Timur telah mendapat referensi terkait standar yang baik untuk memilih, siapa pemimpin Flores Timur selanjutnya yang tepat ke depannya. Pemimpin yang dengan sepenuh hati, keikhlasan dan cinta untuk membangun Flores Timur tanpa memikirkan kepentingan pribadi atau golongan.
