
Para guru di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mempertanyakan keterlambatan pencairan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tahun 2024. Hingga saat ini, hak mereka tersebut belum direalisasikan, meskipun daftar hadir yang menjadi salah satu syarat pencairan sudah terkumpulkan. Keterlambatan ini memicu keresahan di kalangan guru yang berharap kejelasan dari pihak terkait.
Ketua PGRI Kabupaten Flores Timur, Maksimus Masan Kian, Jumat (6/12/24) merespons keluhan ini dengan meminta para guru untuk bersabar. Ia menegaskan bahwa semua proses pencairan TPP memerlukan waktu dan tentu sedang dalam tahap penyelesaian. “Saat ini daftar hadir sudah terkumpulkan. Dalam waktu dekat, setelah urusan gaji bulan Desember selesai, kita berharap pencairan TPP bisa dilakukan,” ujar Maksimus.
Maksimus juga mengimbau Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur agar lebih memperhatikan aspirasi dan hak para guru. Menurutnya, TPP adalah bentuk penghargaan atas dedikasi guru dalam mencerdaskan anak bangsa, sehingga realisasinya mesti menjadi prioritas. “Kami berharap pemerintah mendengar dan segera mengambil langkah nyata,” tambahnya.
Di sisi lain, beberapa guru menyatakan bahwa mereka terus menghadapi tantangan finansial akibat keterlambatan pencairan TPP ini. Salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, “Kami sudah menunggu sejak lama, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami hanya berharap hak kami segera dipenuhi.”
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur terkait waktu pencairan TPP. Para guru berharap agar janji untuk menyelesaikan pembayaran dalam waktu dekat benar-benar direalisasikan.(Humas PGRI Flores Timur)
