Perjalanan Penuh Makna di Tengah Derita Erupsi Gunung Lewotobi

Oleh: Hermanus Eban Lawan (Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kab. Flores Timur

Ada rasa haru yang teramat dalam setiap kali saya melangkah menuju lokasi pengungsian para saudara kita yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Perjalanan ini bukan sekadar kunjungan, tetapi sebuah pengingat tentang makna kemanusiaan, kebersamaan, dan harapan di tengah cobaan.

Kali ini, Jumat (29/11/24) langkah saya terasa lebih ringan berkat dukungan penuh dari banyak pihak. Terima kasih kepada Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) NTT di bawah kepemimpinan Ibu Adriana B. Kala dan seluruh pengurus provinsi yang memberikan bantuan dana demi aksi kemanusiaan ini. Terima kasih pula kepada Siska Kein di Kupang, anggota PAPPRI NTT dan Flores Timur, serta para guru musik yang telah berbagi cinta kasih melalui dukungan mereka.

Tak lupa, saya juga berterima kasih kepada Ketua dan pengurus PGRI Flores Timur, khususnya saudara Maksimus Masan Kian, atas kerjasama luar biasa yang memastikan perjalanan ini berjalan lancar. Berkat sinergi kita semua, saya dapat menyambangi beberapa titik pengungsian meskipun dalam keterbatasan.

Perjalanan ini membawa saya ke enam titik pengungsian, masing-masing menyimpan cerita yang menggetarkan hati. Dari Kantor Desa Kobasoma hingga posko mandiri di Lewotobi dan Tuakepa, ada wajah-wajah penuh harap yang menyambut kami. Di sana, meski serba seadanya, kami meleburkan rasa—berbagi duka, doa, dan semangat. Seolah-olah, rasa sakit yang mereka tanggung menjadi milik bersama, dan kami saling menguatkan dalam doa agar badai ini segera berlalu.

Namun, tidak bisa disangkal, ada kesedihan yang begitu mendalam. Melihat kondisi di setiap posko, saya menyaksikan betapa besar perjuangan mereka untuk bertahan. Di balik senyum kecil anak-anak, ada cerita kehilangan. Di balik tatapan para orang tua, ada kerinduan akan kepastian dan tempat yang lebih aman.

Semoga Tuhan Lewotana mendengar doa kita semua. Semoga ujian ini segera berakhir, dan saudara-saudara kita dapat kembali ke rumah mereka dengan hati yang lebih tenang dan harapan yang baru. Kita mungkin tidak dapat menghapus semua luka, tetapi setidaknya, kita hadir bersama mereka, berbagi rasa dan harapan untuk hari yang lebih baik.

Perjalanan ini mengingatkan saya bahwa di tengah bencana, selalu ada cahaya kemanusiaan. Dan di setiap langkah kecil, kita menemukan makna besar tentang kasih dan kebersamaan. (Hr)

Scroll to Top